Modernitas Tafsir Qur’an Karim karya Mahmud Yunus di Tengah Arus Jaringan Mesir dan India

Muhammad Khoirul Anwar

Abstract


Artikel ini bertujuan untuk melakukan analisa mendalam terkait dengan unsur modernitas Mahmud Yunus yang dituangkan dalam karya tafsirnya, Tafsir Qur’an Karim. Secara periodik, tafsir ini ditulis pada era masifnya pemikiran modern dari arus Mesir dan India, yang keduanya sebagai bukti terjalinnya jaringan keilmuan ulama Indonesia dengan ulama dari dua negara tersebut. Dari Mesir muncul Tafsir al-Mannar yang ditulis oleh Rasyid Ridla dan dari India terdapat karya The Holy Qur’an karya Maulana Muhammad Ali yang keduanya ikut mewarnai diskursus tafsir di Nusantara. Kedua tafsir tersebut masing-masing diklaim sebagai pemantik lahirnya era modernitas dalam tafsir di Nusantara. Namun sejauhmana pengaruh kedua tafsir tersebut terhadap perkembangan wacana tafsir Al-Qur’an di Nusantara, perlu dilakukan riset khusus untuk melacak ini. Adapun artikel ini hendak melakukan analisis terhadap tafsiran Mahmud Yunus terhadap isu modernitas, yang meliputi isu ilmu pengetahuan, gender, ekonomi dan politik di tengah munculnya Tafsir Al-Mannar dan The Holy Qur’an. Artikel ini berkesimpulan bahwa Mahmud Yunus dalam karya tafsirnya sangat respon terhadap isu-isu modernitas, tetapi dalam penjelasannya tidak banyak menyebut referensi akademik sehingga tidak memberikan penjelasan ilmiah secara komprehensif. Corak seperti ini yang menjadi deferensiasi Mahmud Yunus dengan Tafsir Al-Mannar dan The Holy Qur’an meskipun muncul pada rentang waktu yang bersamaan.


Full Text:

212-226 PDF

References


Anwar, R., Muhyi, A. A., Riyani, I., & ... (2020). Menelusuri pengaruh pembaharuan di Mesir terhadap tradisi tafsir di Nusantara: Kajian terhadap tafsir Qur’an Karim karya Mahmud Yunus. Khazanah: Jurnal Studi Islam Dan Humaniora, 18(2). http://digilib.uinsgd.ac.id/30649/

Bachrun, H. M. (2000). Qur’an Suci. Darul Kutubil Islamiyah.

Islah Gusmian. (2013). Khazanah tafsir Indonesia: dari hermeneutika hingga ideologi. LKiS.

J. Cooper, D. (2000). Islam and Modernity: Muslims Intelectual Respond. Tourist.

Khadher Ahmad & Khairuddin Mawardi. (2014). Contributions Of Mahmud Yunus To The Interpretation Of The Quran: A Study Of Tafsir Qur’an Karim. Online Journal of Research in Islamic Studies, 1(1).

Maulana Muhammad Ali. (1917). The Holy Quran: Containing Arabic Teks With English Translation and Comentary. The Islamic Review Office.

Muh Nur Ichwan. (2001). Differing Response to an Ahmadi Translation and Exegesis. Archipel, 62.

Muhammad Abduh. (1947). Tafsir al-Qur’an al-Karim. Dar al-Mannar.

Peter G Riddel. (2001). Islam and The Malay-Indonesia World: Transmission and Responses. Hurst & Comapany.

Rahardjo, M. D. (1993). Intelektual, Itelegensia, dan Perilaku Politik Bangsa: Risalah Cendekiawan Muslim. Mizan.

Tajul Arifin. (1993). Kajian al-Quran di Indonesia Terj Terj. Populer Indonesia Literature of The Quran. Howard M. Federspiel. Mizan.

Yunus, M. (1957). Tafsir Qur’an Karim. Pustaka Mahmudiyah.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.