Peran Perempuan dalam Keberlangsungan Indigenous Counseling di Banyumas

Farikhatul Ubudiyah

Abstract


Perempuan dalam tatanan masyarakat pribumi memiliki kedudukan yang diperhitungkan. Pada komunitas adat Bonokeling desa Pekuncen kecamatan Jatilawang kabupaten Banyumas memiliki kepercayaan Islam kejawen. Mereka memiliki ritual dan nilai-nilai budaya dan agama yang dianutnya. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran perempuan dalam keberlangsungan konseling indigenous di daerahnya. Konseling indigenous memiliki khas pada nilai-nilai budaya suatu tempat. Penelitian kualitatif ini memberikan deskripsi terhadap peran perempuan dalam aspek psikologis, sosial, dan budaya. Data diperoleh dari observasi, wawancara, dokumentasi, serta sumber literatur yang mendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek psikologis, perempuan Bonokeling memahami dan menjunjung nilai-nilai ajaran Bonokeling bagi dirinya sendiri. Aspek sosial menunjukkan adanya keaktifan perempuan dalam mengikuti ritual serta berperan dalam menjaga ketahanan pangan. Aspek budaya menunjukkan bahwa perempuan Bonokeling berperan dalam keberlangsungan ritual, seperti ikut serta menyiapkan makanan bahkan menyiapkan baju adatnya dengan menjahit sendiri.


Keywords


konseling indigenous;perempuan adat; peran perempuan

Full Text:

PDF

References


Bardiyah, R. D. U., & Suhardita, R. (2023). Peran Konselor Dalam Mewujudkan Ajeg Bali Sebagai Perempuan Hindu Bali. Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 12(2), 155–166. doi: 10.25273/counsellia.v12i2.15398

Erlina, F. (2023). Gender dalam Lokalitas Budaya Panginyongan (Analisis Strategi Aktifis Perempuan di Banyumas dalam Mengelola Konflik Rumah Tangga). Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender Dan Anak, 18(1), 99–122. doi: 10.24090/yinyang.v18i1.7087

Litaay, E. (2021). Miyea Hemboni: Pendekatan, Pendampingan, dan Konseling Budaya Masyarakat Adat Suku Sentani. Jurnal Teologi Berita Hidup, 4(1), 150–156. doi: 10.38189/jtbh.v4i1.136

Marwah, S., & Widyastuti, T. R. (2015). Representasi Sejarah dan Tradisi Kuno Banyumas: Antara Peran Perempuan dan Pelestarian Adat oleh Negara. Paramita: Historical Studies Journal, 25(1). doi: 10.15294/paramita.v25i1.3424

Maullasari, S. (2021). Indigenous Counseling: Khaul Syekh Mutamakkin As An Intervention Based On Local Wisdom In Pati Regency. Counselle| Journal of Islamic Guidance and Counseling, 1(1), 57–80. doi: 10.32923/couns.v1i1.1727

Pe-Pua, R. (2020). From Indigenous Psychologies to Cross-Indigenous Psychology—Prospects for a “Genuine, Global Human Psychology.” Dalam Global Psychology from Indigenous Perspectives (hlm. 189–223). Springer.

Rozikan, M. (2022). Indigenous Counseling: Meramu Syiiran Jawa dalam Pemikiran KHR Asnawi. Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application, 11(2), 169–185. doi: 10.15294/ijgc.v11i2.60829

Saefudin, A., Santyaningtyas, A. C., Lubis, A. F., & Mokodenseho, S. (2023). History, Cultural Shifts, and Adaptation in Social Change: An Ethnographic Study in the Aboge Islamic Community. Journal of Innovation in Educational and Cultural Research, 4(2), 303–310. doi: 10.46843/jiecr.v4i2.596

Setialesmana, D., Nurhayati, E., & Miftahudin, Z. (2020). Eksplorasi Etnomatematika dalam Merancang Kebaya Dilihat dari Filosofi dan Pelajaran Matematika. JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika), 6(1), 43–52. doi: 10.37058/jp3m.v6i1.1174

Ubudiyah, F. (2023). Masyarakat Bonokeling dalam Kajian Indigenous Counseling. Islamic Counseling: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 7(1), 1–18. doi: 10.29240/jbk.v7i1.4997

Zahri, T. N., Neviyarni, N., Marjohan, M., & Afdal, A. (2022). Counseling Services in Preventing Early Marriage. Jurnal Neo Konseling, 4(1), 12–15. doi: 10.24036/00627kons2022


Refbacks

  • There are currently no refbacks.